Rabu, 16 Maret 2011

BATU BARA MINUS MAFIA

Batu Bara Minus Mafia
Banjarmasinpost.co.id - Rabu, 16 Maret 2011 

Oleh : Denny Indrayana

SAYA anak batu bara. Pulau laut, Kalimantan Selatan, adalah adalah daerah asal, tempat saya dilahirkan, 38 tahun yang lalu. Masih lekat dalam ingatan, kaki saya yang telanjang menjadi hitam setiap pulang bermain, karena menginjak tanah batu bara.

Meski legam karena batu bara, saya bahagia. Kebahagiaan anak yang berasyik-masyuk dengan semesta. Kesenangan seorang anak yang bersentuhan dengan batu bara dengan tulus-cinta, tanpa terlintas pikiran mengeksploitasinya hanya demi menumpuk harta semata.

Senin, 14 Februari 2011

KLH MINTA MUI FATWAKAN HARAM PERUSAK LINGKUNGAN

KLH Minta MUI Fatwakan Haram Perusak Lingkungan

MedanBisnis–Banjarmasin. Kementerian Negara Lingkungan Hidup akan bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia untuk mengeluarkan fatwa haram bagi perusak lingkungan. Hal itu disampaikan Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta di Banjarmasin, Jumat (4/2), usai pembukaan sosialisasi pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kalsel.

Minggu, 30 Januari 2011

KEPEDULIAN PEMIMPIN

Kepedulian Pemimpin

Jumat, 28 Januari 2011, 07:14 WIB


Oleh Asep Irmansyah***
Saat menjadi khalifah, setiap malam Umar bin Khattab selalu berkeliling untuk melihat lebih dekat bagaimana kondisi masyarakat yang sebenarnya. Dari pemantauannya itu, semakin terbuka mata, hati, dan telinga sang khalifah untuk bergerak cepat menanggapi realitas yang terjadi.


Belajar adalah kata kunci dari suatu keberhasilan, hatta dengan kepemimpinan. Keberhasilan Umar bin Khattab sebagai figur pemimpin saleh adalah karena beliau belajar untuk memfungsikan mata, hati, dan telinga dengan sebenarnya. Tidak tabu dan alergi pada kritikan dari siapa pun, bahkan dari rakyat jelata sekalipun.


Suatu hari sang khalifah menyamar, lalu menghampiri seorang ibu yang anaknya kelaparan. Yang didapat Umar justru kata-kata pedas untuknya. "Sungguh zalim Umar bin Khattab karena membiarkan rakyatnya kelaparan!" Marahkah Umar? Ternyata tidak. Di lain waktu, bahkan Umar sangat berterima kasih kepada seorang pemuda yang mengacungkan pedang seraya berkata, "Apabila Umar bin Khattab menyimpang, pedang ini yang akan meluruskannya."

Jumat, 28 Januari 2011

MENCEGAH KORUPSI

Senin, 17 Januari 2011, 16:12 WIB

Oleh Yuyu Yuhannah***
    
Praktik korupsi atau mengam bil harta yang bukan haknya telah menjadi hal lumrah di negeri ini. Korupsi dianggap hal yang biasa dikerjakan oleh seseorang yang memiliki kedudukan atau jabatan. Korupsi bak bahaya laten yang sukar sekali diberantas. Mati satu tumbuh seribu. Beragam jalan dikembangkan untuk memberantasnya, tetapi beragam cara pula para koruptor melakukan korupsi.


Rasulullah pernah bersabda: "Setiap tubuh yang berkembang dari yang haram, maka neraka lebih utama baginya," (HR Ahmad). Uang atau harta yang berasal dari korupsi tak akan memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi kehidupan para pelaku korupsi itu. Malah sebaliknya, segala amal dan ibadah yang berbasis dari pemanfaatan harta hasil korupsi itu sungguh tak akan diterima oleh Allah karena Nabi juga bersabda: "Sesungguhnya Allah itu Thaayyib (baik), tidak menerima (suatu amal) kecuali yang baik (halal)." (HR Muslim).

Selasa, 25 Januari 2011

"CROP CIRCLE" SLEMAN

"Crop circle" sebelumnya telah muncul di berbagai belahan di dunia dan menjadi daya tarik tersendiri untuk diperbincangkan. Sampai saat ini masih misterius siapa sebenarnya yang berperan berada di balik fenomena "crop circle" termasuk yang munclul di Sleman Yogyakarta. Ada sebuah pengakuan yang sempat dilontarkan didunia maya bahwa pembuatnya adalah tidak lain manusia, tetapi ada juga "bantahan" dari sebuah kelompok pemerhati UFO bahwa tidak mungkin manusia yang membuatnya. Sementara itu intasi terkait seperti LAPAN secara resmi menegaskan "crop circle" Sleman murni buatan manusia. Informasi terakhir "crop circle" juga muncul tidak jauh dari lokasi tersebut.  Siapakah sebenarnya pembuat "crop circle" di Sleman ? Mengapa harus menciptakan "crop circle" ? Apakah sekedar ekspresi karya seni kalau itu memang hasil kreatifitas manusia, atau ada motif lainnya, .... Atau memang "crop circle" tercipta diluar kendali manusia ? .......


Jumat, 21 Januari 2011

MENAFSIR TESTIMONI GAYUS


Menafsir Testimoni GayusPDFPrint
Thursday, 20 January 2011
Vonis tujuh tahun yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap Gayus HP Tambunan tidak berbanding lurus dengan ekspektasi publik. 

Putusan ini mengecewakan publik yang setiap hari dijejali informasi tentang ulah Gayus dan menyaksikan betapa aparat penegak hukum di Indonesia nyaris tidak memiliki integritas dan kredibilitas dalam menangani kasus Gayus. Bahkan untuk sejumlah kasus yang melilit lingkaran elite.Selain hanya kasus pajak PT SAT, kekecewaan publik juga mengarah pada vonis tujuh tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut hukuman 20 tahun.

Senin, 10 Januari 2011

UNTUK ADIK KELASKU, GAYUS

UNTUK ADIK KELASKU, GAYUS


Oleh: Heri Prabowo,
(Alumnus STAN 1996, penulis buku:
Catatan Harian Seorang Mafia Pajak)

Ada anekdot yang beredar saat reuni akbar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN-Prodip) pada Oktober 2010.

Yakni, anekdot tentang pemberian award untuk sejumlah alumnus dengan berbagai kategori.Kategori tersukses jatuh kepada Hadi Purnomo, Ketua BPK (Badan PemeriksaKeuangan). Kategori karir tercepat diperuntukkan Haryono Umar, wakilketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Kategori terkontroversial jatuh kepada M. Misbakhun, anggota DPR, inisiator hak angket Bank Century yang akhirnya jadi tersangka kasus yang sama.

Sedangkan kategori terpopuler dipegang Gayus Tambunan. Dia menyingkarkan Helmi Yahya yang jadi selebriti top. Gayus bahkan lebih populer daripada bosnya, M. Tjiptardjo, Dirjen Pajak yang juga alumnus STAN.

Rabu, 24 November 2010

MENHUT : LINDUNGI TAHURA !


Menhut: Lindungi Tahura!
Banjarmasinpost.co.id - Senin, 22 November 2010


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Maraknya kembali aktivitas penambangan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam, mendapat perhatian dari Menteri Kehutanan (menhut) Zulkifli Hasan. Dia meminta aparat pemerintah dan lembaga terkait segera bertindak menghentikan aktivitas tersebut.


"Siapa pun yang merusak kawasan hutan, merusak Tahura, berhadapan dengan kita. Ini permasalahan serius. Pelakunya bisa dihukum secara pidana," tegas Zulkifli di sela-sela pelaksanaan program penanaman satu miliar pohon di Banjarbaru, Minggu (21/11/2010). Acara ini dimeriahkan oleh penampilan penyanyi Iwan Fals.


Menyikapi itu, Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin yang hadir di acara tersebut mengungkapkan telah mendirikan unit pelaksana teknis (UPT) di Dinas Kehutanan untuk mengelola Tahura. "Nantinya bersama Badan Pengelola Tahura dan intansi terkait serta aparat kepolisian, kami segera melakukan penindakan," tegas Rudy.


Penindakan itu kemungkinan besar akan kembali dilakukan oleh tim penertiban yang terdiri atas BP Tahura, kepolisian, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pemkab Banjar dan pemantau PLTA PM Noor.


Kesiapan dilontarkan Kapolers Banjar, AKBP Ebet Gunanjar. "Aktivitas para penambang harus dihentikan, namun perlu diketahui dan dicermati, alat yang digunakan para penambang ini sangat berat dan tentunya akan menghadapi kesulitan saat penertiban. Perlu dipikirkan. Juga sampai sampai informasi penindakan bocor, selama ini sering bocor," tegasnya.


Sedangkan Manajer PLTA Ir PM Noor Kardoyo mengatakan dari sejumlah lokasi penambangan, Dusun Puliin, Desa Artain, Aranio, Banjar adalah lokasi yang perlu mendapat perhatian khusus karena dampaknya paling besar. "Suplai air Sungai Puliin jadi berkurang. Sedimentasi sudah tinggi. Padahal Sungai Puliin itu yang paling utama memasok air ke Waduk Riam Kanan," katanya.


http://www.banjarmasinpost.co.id/read/artikel/2010/11/22/64223/menhut-lindungi-tahura